Aktivitas memasak menjadi aktivitas di hari Jumat bagi siswa Semai dan Mula. Oleh karena itu, setiap hari Jumat para siswa tidak perlu membawa bekal makan siang dari rumah. Dan setiap Jumat pekan kedua setiap bulan para pamong (guru) bekerjasama dengan siswa menyajikan masakan yang sebagiannya dibawa ke masjid untuk sajian para jamaah shalat Jumat di Masjid Darussalam yang lokasinya satu padukuhan dengan SAYOGYA.
Jumat pekan kemarin menu yang dibuat adalah lontong opor yang dibungkus dengan daun jati.
Para siswa menyambut peran mereka untuk mengupas kulit telur, menyuwir ayam, menghaluskan bawang dan cabe untuk dijadikan sambal, memeras kelapa untuk dijadikan santan, memotong sayuran. Selebihnya dilakukan oleh pamong.

Kontribusi anak-anak untuk menghidangkan masakan untuk warga sekolah dan masyarakat ini begitu berharga. Mereka pun melakukan dengan senang hati, sambil berceloteh riang, sampai-sampai harus diingatkan, “Sssttt, kalau sedang mengupas telur dan menyuwir ayam jangan terlalu banyak bicara, nanti air liurnya jadi melompat ke makanan. Hehehe”. Mendengar nasihat itu, mereka pun mengurangi intensitas bicara mereka dan tetap semangat menuntaskan pekerjaan mereka.
Alhamdulillaah jam 11.20 semua masakan sudah siap dibawa ke masjid.
Sepulangnya dari masjid, keranjang yang dibawa untuk membawa makanan sudah kosong. Diayunkannya keranjang itu sambil berteriak, “Alhamdulillaah sudah habis. Lariiis!”

Semoga kebahagiaan kecil ini terpatri dalam diri anak-anak dan terus membarakan semangat mereka untuk terus berbagi sampai mereka dewasa kelak ❤️

