Pepatah Jawa mengatakan, “Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira”, yang berarti anak harus menghormati orang tua karena orang tua yang telah membesarkannya.
Sudah menjadi pemahaman umum bahwa anak perlu berbakti kepada orangtua, anak harus menghormati orangtua karena orangtua telah membesarkan anak-anak.
Namun situasi tersebut tidak lantas ‘abrakadabra’ terjadi. Ada sebuah proses panjang yang perlu dilalui agar anak bisa menghormati orangtua.
Sebelum anak menerima orangtua–sehingga mereka mau patuh dan hormati kepada orangtua– orangtua perlu menerima anak terlebih dahulu. Anak perlu merasakan wujud nyata limpahan kasih sayang dari orangtuanya.
Anak-anak yang diterima oleh orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang bahagia dan percaya diri. Anak-anak yang dicintai seratus persen tanpa syarat oleh orangtua akan semakin yakin menapaki hari-hari dalam kehidupan sang anak.
Jelajah bersama Ayah pagi sampai siang hari Sabtu lalu adalah sebuah potret nyata sebuah ikhtiar relasi hangat antara ayah dan anak ❤️
Anak-anak merasa bahagia ketika tangan mungil mereka digandeng oleh tangan kekar ayah. Anak-anak merasa dilindungi karena lengan Ayah dilingkarkan ke bahu mereka. Mereka merasa aman dan nyaman di dekat Ayah 🥰
Betapa usapan tangan, pelukan, ciuman yang hangat dari Ayah ini sangat berharga dalam masa pertumbuhan anak dan persiapan menyambut kedewasaan suatu saat nanti.
Selamat melimpahkan kasih sayang seratus persen ya, para Ayah 🫶🏼
Penulis : Desi Mayasari
Redaktur : Muflih Fathoniawan

