{"id":719,"date":"2025-03-15T09:18:59","date_gmt":"2025-03-15T09:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/sayogya.com\/?p=719"},"modified":"2025-03-15T09:19:06","modified_gmt":"2025-03-15T09:19:06","slug":"festival-keluarga-dan-launching-kedai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sayogya.com\/?p=719","title":{"rendered":"FESTIVAL KELUARGA DAN LAUNCHING KEDAI"},"content":{"rendered":"\n<p>Selama beberapa tahun ke belakang, agenda Pasar Jumuah maupun Pasar SAYOGYA rutin dilaksanakan sebulan sekali di pekan pertama setiap bulan. Diberi nama Pasar Jumuah karena pasarannya dibuka setiap hari Jumat. Beralih nama menjadi Pasar SAYOGYA karena dihelat di area SAYOGYA, di hari selain Jumat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak peluncuran pertamanya sekitar 3 tahun yang lalu, keberadaan Pasar Jumuah dan Pasar SAYOGYA ini adalah sebagai ajang berkumpulnya keluarga SAYOGYA sembari menampilkan produk keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada aneka makanan, minuman, hasta karya yang dipersiapkan oleh masing-masing keluarga. Jelas disini dibutuhkan kerjasama tim di masing-masing keluarga, mulai dari perencanaan produk, persiapan, eksekusi, sampai packaging, pemasaran, dan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"530\" src=\"https:\/\/sayogya.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-15-at-08.39.12-900x530.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-723\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitulah keseharian kami dalam menjalankan kurikulum SAYOGYA. Dari satu kegiatan sebenarnya kita sedang mempelajari banyak hal, mulai dari belajar Kewirausahaan dan Kepemimpinan, Sinergi Keluarga, Pengembangan Minat dan Bakat, Aqidah Islam, dan Syariah Ibadah Muamalah. Ini sudah mencakup 5 relasi penting dalam kehidupan: terhubung dengan Allah, keluarga, diri, masyarakat, dan alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan dari kegiatan pasaran ini, anak-anak belajar bagaimana proses persiapan produk sampai transaksi jual beli terjadi. Di tengah persiapannya antaranggota keluarga mesti sigap dan kompak untuk bekerjasama sehingga sebuah produk tersaji. Setiap anggota keluarga akan berbagi peran. Sehingga anak-anak akan merasakan bagaimana performa mereka melakukan tugas ini dan itu. Yang tak kalah penting mereka pelajari adalah konsep rezeki, bahwa Allah sudah menjamin rezeki setiap makhluk dan berjualan ini adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan rezeki dan ridho dari Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah 3 tahun berjalan, surprisingly Allah berikan rejeki sebuah rumah warga yang bisa disewa. Akhirnya rumah itu digunakan sebagai rumah tinggal salah satu Pamong SAYOGYA dan sebagian ruangannya disulap menjadi Kedai SAYOGYA \ud83d\ude0d\ud83e\udd29<\/p>\n\n\n\n<p>Persis sehari sebelum Ramadhan, Kedai ini dibuka \ud83e\udd29\ud83e\udd73<\/p>\n\n\n\n<p>Ada aneka makanan dan minuman dari keluarga SAYOGYA yang tersaji. Ada pisang goreng, pempek, bakpau labu kuning, puding susu kurma, mochi kurma, aneka gorengan, pentol kriwil, dimsum, bakso, es timun, es teler, dan masih banyak lagi. Semuanya dibuat handmade dan homemade oleh keluarga SAYOGYA \ud83e\udd17\ud83d\udc4d<br>Setiap keluarga yang datang melakukan transaksi pembelian aneka makanan khas produk keluarga, saling cicip dan saling mengapresiasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari-hari setelah itu, Kedai bukan hanya dibuka untuk keluarga SAYOGYA saja, tapi dibuka juga untuk umum \ud83e\udd29\ud83e\udd29<br>Warga datang silih berganti mengunjungi dan bertransaksi di Kedai SAYOGYA Bejo Barokah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, kami beri nama Bejo Barokah karena letaknya persis di perbatasan antara Padukuhan Beran Kidul dan Jomblang. Sehingga nama Bejo adalah singkatan dari Beran-Jomblang. Dan semoga keberadaannya membawa keberuntungan dan barokah (kebaikan, kebermanfaatan dan keberkahan yang diridhoi oleh Allah-red).<\/p>\n\n\n\n<p>Cari takjil selama Ramadhan? Silakan datang ke Kedai \ud83d\ude0d\ud83d\udc4d<\/p>\n\n\n\n<p>Insya Allah selepas Ramadhan, Kedai akan buka dari pagi sampai malam dengan menu yang beragam \ud83d\ude0d\ud83e\udd29<\/p>\n\n\n\n<p>Penasaran? Langsung meluncur ke Kedai SAYOGYA Bejo Barokah yaaa<\/p>\n\n\n\n<p>Selain transaksi, boleh juga kalau mau transit dan ngobrol-ngobrol di Kedai \ud83e\udd17\ud83d\udc4d<br>Ada kursi jadul dan suasana asri khas padukuhan \ud83e\udd70<\/p>\n\n\n\n<p>Lokasi Kedai Sayogya Bejo Barokah : <br><a href=\"https:\/\/maps.app.goo.gl\/E7WPyMgKtCp4bgmr6?g_st=com.google.maps.preview.copy\">https:\/\/maps.app.goo.gl\/E7WPyMgKtCp4bgmr6?g_st=com.google.maps.preview.copy<\/a><br><br><br>Penulis : Desi Mayasari<br>Redaktur : Muflih Fathoniawan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama beberapa tahun ke belakang, agenda Pasar Jumuah maupun Pasar SAYOGYA rutin dilaksanakan sebulan sekali di pekan pertama setiap bulan. Diberi nama Pasar Jumuah karena pasarannya dibuka setiap hari Jumat. Beralih nama menjadi Pasar SAYOGYA karena dihelat di area SAYOGYA, di hari selain Jumat. Sejak peluncuran pertamanya sekitar 3 tahun yang lalu, keberadaan Pasar Jumuah dan Pasar SAYOGYA ini adalah sebagai ajang berkumpulnya keluarga SAYOGYA sembari menampilkan produk keluarga. Ada aneka makanan, minuman, hasta karya yang dipersiapkan oleh masing-masing keluarga. Jelas disini dibutuhkan kerjasama tim di masing-masing keluarga, mulai dari perencanaan produk, persiapan, eksekusi, sampai packaging, pemasaran, dan penjualan. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Begitulah keseharian kami dalam menjalankan kurikulum SAYOGYA. Dari satu kegiatan sebenarnya kita sedang mempelajari banyak hal, mulai dari belajar Kewirausahaan dan Kepemimpinan, Sinergi Keluarga, Pengembangan Minat dan Bakat, Aqidah Islam, dan Syariah Ibadah Muamalah. Ini sudah mencakup 5 relasi penting dalam kehidupan: terhubung dengan Allah, keluarga, diri, masyarakat, dan alam. Bayangkan dari kegiatan pasaran ini, anak-anak belajar bagaimana proses persiapan produk sampai transaksi jual beli terjadi. Di tengah persiapannya antaranggota keluarga mesti sigap dan kompak untuk bekerjasama sehingga sebuah produk tersaji. Setiap anggota keluarga akan berbagi peran. Sehingga anak-anak akan merasakan bagaimana performa mereka melakukan tugas ini dan itu. Yang tak kalah penting mereka pelajari adalah konsep rezeki, bahwa Allah sudah menjamin rezeki setiap makhluk dan berjualan ini adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan rezeki dan ridho dari Allah. Setelah 3 tahun berjalan, surprisingly Allah berikan rejeki sebuah rumah warga yang bisa disewa. Akhirnya rumah itu digunakan sebagai rumah tinggal salah satu Pamong SAYOGYA dan sebagian ruangannya disulap menjadi Kedai SAYOGYA \ud83d\ude0d\ud83e\udd29 Persis sehari sebelum Ramadhan, Kedai ini dibuka \ud83e\udd29\ud83e\udd73 Ada aneka makanan dan minuman dari keluarga SAYOGYA yang tersaji. Ada pisang goreng, pempek, bakpau labu kuning, puding susu kurma, mochi kurma, aneka gorengan, pentol kriwil, dimsum, bakso, es timun, es teler, dan masih banyak lagi. Semuanya dibuat handmade dan homemade oleh keluarga SAYOGYA \ud83e\udd17\ud83d\udc4dSetiap keluarga yang datang melakukan transaksi pembelian aneka makanan khas produk keluarga, saling cicip dan saling mengapresiasi. Hari-hari setelah itu, Kedai bukan hanya dibuka untuk keluarga SAYOGYA saja, tapi dibuka juga untuk umum \ud83e\udd29\ud83e\udd29Warga datang silih berganti mengunjungi dan bertransaksi di Kedai SAYOGYA Bejo Barokah. Ya, kami beri nama Bejo Barokah karena letaknya persis di perbatasan antara Padukuhan Beran Kidul dan Jomblang. Sehingga nama Bejo adalah singkatan dari Beran-Jomblang. Dan semoga keberadaannya membawa keberuntungan dan barokah (kebaikan, kebermanfaatan dan keberkahan yang diridhoi oleh Allah-red). Cari takjil selama Ramadhan? Silakan datang ke Kedai \ud83d\ude0d\ud83d\udc4d Insya Allah selepas Ramadhan, Kedai akan buka dari pagi sampai malam dengan menu yang beragam \ud83d\ude0d\ud83e\udd29 Penasaran? Langsung meluncur ke Kedai SAYOGYA Bejo Barokah yaaa Selain transaksi, boleh juga kalau mau transit dan ngobrol-ngobrol di Kedai \ud83e\udd17\ud83d\udc4dAda kursi jadul dan suasana asri khas padukuhan \ud83e\udd70 Lokasi Kedai Sayogya Bejo Barokah : https:\/\/maps.app.goo.gl\/E7WPyMgKtCp4bgmr6?g_st=com.google.maps.preview.copy Penulis : Desi MayasariRedaktur : Muflih Fathoniawan<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_vp_format_video_url":"","_vp_image_focal_point":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":724,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/719\/revisions\/724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}