{"id":591,"date":"2025-01-04T04:02:19","date_gmt":"2025-01-04T04:02:19","guid":{"rendered":"https:\/\/sayogya.com\/?page_id=591"},"modified":"2025-01-04T04:02:20","modified_gmt":"2025-01-04T04:02:20","slug":"irfan-dary-nasutiondan-dan-aprily-anggia-cesarizki","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/sayogya.com\/?page_id=591","title":{"rendered":"Irfan Dary Nasutiondan dan Aprily Anggia Cesarizki"},"content":{"rendered":"\n<p>Keluarga Irfan Dary Nasution &amp; Aprily Anggia Cesarizki Suharjo<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang laki-laki yang tumbuh besar di kota metropolitan disandingkan dengan seorang perempuan yang hidup di Pulau Lombok. Dipertemukan pertama kali pada salah satu kampus pertanian di Indonesia, di tingkat pertama kuliah, keduanya sama-sama bergerak dalam dunia kesukarelawanan &amp; pendidikan. Bergabung dalam organisasi Gerakan Cinta Anak Tani, di sana, keduanya mengenal lebih dalam terkait realita pendidikan Indonesia serta nasib getir anak-anak petani. Perjuangan pun dimulai. Keduanya terus bergerak dalam roda kemaslahatan umat, meski akhirnya berbeda bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah bertahun-tahun tak berjumpa, di tengah pandemi, pada akhir tahun 2020 Allaah takdirkan keduanya bertemu kembali di suatu sekolah alam di Bogor. Bu Anggi dengan impiannya tentang sekolah alam yang madani serta alam yang lestari, Pak Irfan dengan semangatnya dalam pendidikan berbasis fitrah dan sadar bakat. Karakter yang berbeda ternyata disatukan dengan misi yang sama, yaitu tentang perubahan dan pendidikan yang essensial. Singkat cerita, keduanya menikah pada Mei 2022. Lalu, meniti langkah yang tak biasa, setelah menikah, keduanya kompak resign. Kemudian, keduanya hijrah ke Sleman pada bulan Juni, bergabung ke dalam keluarga besar Sayogya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, menjalani hidup &#8220;kembali ke desa&#8221; dan belajar hidup tenang, keduanya mengulik potensi diri lebih dalam. Pak Irfan sehari-hari mengajar anak-anak &amp; merawat sapi, sedangkan Bu Anggi berkecimpung dengan implementasi nilai luhur keluarga &amp; budaya. Keduanya juga telah dikaruniai seorang putri bernama Senaru Gumi Nasution.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keluarga Irfan Dary Nasution &amp; Aprily Anggia Cesarizki Suharjo Seorang laki-laki yang tumbuh besar di kota metropolitan disandingkan dengan seorang perempuan yang hidup di Pulau Lombok. Dipertemukan pertama kali pada salah satu kampus pertanian di Indonesia, di tingkat pertama kuliah, keduanya sama-sama bergerak dalam dunia kesukarelawanan &amp; pendidikan. Bergabung dalam organisasi Gerakan Cinta Anak Tani, di sana, keduanya mengenal lebih dalam terkait realita pendidikan Indonesia serta nasib getir anak-anak petani. Perjuangan pun dimulai. Keduanya terus bergerak dalam roda kemaslahatan umat, meski akhirnya berbeda bidang. Setelah bertahun-tahun tak berjumpa, di tengah pandemi, pada akhir tahun 2020 Allaah takdirkan keduanya bertemu kembali di suatu sekolah alam di Bogor. Bu Anggi dengan impiannya tentang sekolah alam yang madani serta alam yang lestari, Pak Irfan dengan semangatnya dalam pendidikan berbasis fitrah dan sadar bakat. Karakter yang berbeda ternyata disatukan dengan misi yang sama, yaitu tentang perubahan dan pendidikan yang essensial. Singkat cerita, keduanya menikah pada Mei 2022. Lalu, meniti langkah yang tak biasa, setelah menikah, keduanya kompak resign. Kemudian, keduanya hijrah ke Sleman pada bulan Juni, bergabung ke dalam keluarga besar Sayogya. Kini, menjalani hidup &#8220;kembali ke desa&#8221; dan belajar hidup tenang, keduanya mengulik potensi diri lebih dalam. Pak Irfan sehari-hari mengajar anak-anak &amp; merawat sapi, sedangkan Bu Anggi berkecimpung dengan implementasi nilai luhur keluarga &amp; budaya. Keduanya juga telah dikaruniai seorang putri bernama Senaru Gumi Nasution.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":592,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_vp_format_video_url":"","_vp_image_focal_point":[],"footnotes":""},"class_list":["post-591","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=591"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":593,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/591\/revisions\/593"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sayogya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}